Latihan dan trading
Tips trading: memakai AlertaChart dengan baik
Alat hanya membantu bila digunakan dengan rencana. Kebiasaan berikut membuat AlertaChart bekerja untuk Anda.
Jaga grafik tetap rapi
Pilih dua atau tiga indikator yang menjawab pertanyaan berbeda — tren, momentum, dan volume — daripada sepuluh yang mengatakan hal yang sama. Sembunyikan yang tidak perlu dengan ikon mata di baris indikator.
Mulai dari timeframe yang lebih tinggi
Lihat grafik mingguan dan harian dulu untuk melihat tren utama dan level penting, lalu turun ke timeframe lebih rendah untuk merencanakan entri. Tata letak multi-grafik dengan crosshair tertaut membuat ini cepat.
Tandai level sekali, lihat di mana-mana
Gambar support dan resistance utama di grafik harian dan gunakan pengaturan visibilitas setiap gambar agar hanya tampil di timeframe yang penting.
Biarkan alarm yang berjaga
Daripada terus menatap layar, pasang alarm di level Anda: satu untuk entri, satu untuk stop, satu atau dua untuk target. Beri pesan singkat agar Anda ingat alasan memasangnya.
Jaga daftar pantauan tetap ringkas
Gunakan daftar bernama: satu untuk kandidat hari ini, satu untuk kepemilikan jangka panjang, satu untuk ide yang perlu dicek. Daftar fokus berisi lima belas simbol lebih berguna daripada daftar berisi dua ratus.
Rencanakan risiko sebelum bertransaksi
Gunakan alat posisi long dan short untuk melihat risiko, imbalan, dan rasio keduanya sebelum masuk. Jika rasionya tidak masuk akal, lewati transaksi itu.
Berlatih dulu
Uji ide baru dengan Bar Replay pada data masa lalu dan dengan Alerta Practice pada harga langsung sebelum memakai uang sungguhan.
Buat jurnal
Catat setiap transaksi: mengapa Anda masuk, di mana stop Anda, bagaimana perasaan Anda, dan apa yang terjadi. Pola dalam perilaku Anda sendiri sama pentingnya dengan pola di grafik.
Tidak ada isi AlertaChart yang merupakan saran investasi. Pasar mengandung risiko; bertransaksilah hanya dengan uang yang sanggup Anda relakan.